Berteman dengan Mantan

Berteman dengan mantan memang bukan hal yang mudah, tapi ga impossibruu..!I

Akan sangat jaauuuuuhhhh lebih mudah untuk tidak berhubungan selama-lamanya. Kalo kangen ya tinggal stalking aja, eaakk. Tapi, kalo dipikir-pikir berteman baik setelah menjadi mantan ada baiknya juga lho.

Barangkali ada yang mikir kalo udah mantan itu ga bisa jadi temen, bisa jadi orang itu termasuk golongan orang-orang yang merugi. Karena banyak sekali hal yang bisa kamu pelajari jika kamu ga baperan.

Kita sebagai manusia adalah makhluk sosial, memiliki banyak teman, banyak koneksi, banyak pacar adalah sesuatu yang baik. Yang baik itu pasti ada manfaatnya bukan. Biar lebih paham ini beberapa alasan kamu ga perlu takut buat temenan ama mantan.

Sekalinya peduli, mustahil buat ngelupain gitu aja. Daripada denial, mending fokusin aja tenaganya buat membangun pertemanan.

Sekalinya punya rasa, ga mungkin kan rasa itu bisa hilang begitu saja ditelan bumi. Mau dipiye-piyekke, mantan itu pernah menjadi seorang yang begitu berarti. Dia juga membantu apa yang telah kamu capai sampai kamu jadi pribadi seperti sekarang. Dia orang yang berjasa di hidupmu, masa mau kamu lupain gitu aja ?

Catatan: peduli sama mantan itu sebatas peduli aja, ga usah diam-diam ngarepin dia balikan. Lha wong penduduk Indonesia aja ada 200 juta lebih dan elu masih ngarepin dia hellaauuww.

Peduli itu maksudnya simpel aja. Seperti kalo kamu peduli sama temenmu yang lain. Misalnya kamu ingin dia terjaga dari malapetaka. Kamu ingin dia tetap pantang menyerah ketika sedang ditimpa musibah. Kamu siap membantunya apabila dia sedang membutuhkan.

Mantan memahamimu luar-dalam. Dia tahu beberapa hal yang bahkan tidak pernah kamu perlihatkan di depan teman-temanmu. Yakin orang seperti ini mau “dibuang”?

Status boleh mantan, tangan boleh berpisah tetapi memori tak bisa hilang begitu saja. Secuil masa kehidupan telah kamu lalui bersamanya dengan mesra. Dia tahu siapa kamu luar dalam.

Karena memahamimu luar dalam, dia orang yang tepat untuk diminta nasihat. Semisal kamu mendapat tawaran pekerjaan kamu bisa meminta nasihatnya apakah kira-kira pekerjaan ini cocok buatmu. Otomatis setelah tak jadi pasangan kamu punya sahabat instan.

Apa yang terjadi kalau harus ketemu lagi sebelum “sepakat untuk baik-baik saja”, gimana?

Apa yang akan kamu lakukan kalau  setelah putus tapi ternyata harus ketemu kembali tanpa ada sebuah “kesepakatan” untuk menjaga tali silaturahmi? Apakah nanti kamu seperti orang yang ga kenal atau malah menjadi seperti musuh.

Yang jelas kecanggungan pasti akan muncul. Apalagi jika bertemu sebagai teman sekantor. Dunia kerja tidak akan peduli dengan masa lalu kalian dan pasti sedikit banyak akan memberikan pengaruh negatif di pekerjaan.

Namun, bila di kantor kamu bertemu dengan orang yang sudah lama kamu kenal maka pekerjaanmu akan terasa lebih enak dan hasilnya pasti lebih baik. Satu lagi yang perlu diingat.

Berteman dengan mantan adalah tanda kedewasaan. Kalian bukan lagi anak kecil yang jadi pecundang di depan perasaan.

Zaman sudah berubah. Tidak ada lagi itu yang namanya pacaran-putus-musuhan. Semakin dewasa kamu akan lebih suka menjauhi konflik. Dengan berteman dengan mantan maka itu menunjukkan kedewasaanmu.

Berteman dengan mantan itu seperti berdamai dengan diri sendiri.

Cobalah untuk berdamai dengan dirimu sendiri, belajar berteman dengan mantan salah satu caranya. Pada tahapan ini kamu belajar mengatur perasaan dan berusaha untuk kebaikan di masa depan.

Memang, di awal-awal pasti terasa nyesek, marah, dongkol dan sebagainya. Namun, seiring berjalannya waktu kamu akan mampu mengontrol egomu, hatimu menjadi lebih lapang dan lebih lega. Lebih plong.

Yang tadinya terlihat absurd, ga mungkin seperti dari mantan menjadi teman, menjadi sebuah hal yang menarik ketika sudah move on. Dan pastinya hubungan yang baik akan membuahkan hal yang baik pula.

Memulai hubungan dengan baik-baik. Sudah sewajarnya mengakhiri hubungan dengan baik-baik.

Ada segudang harapan yang pernah kamu taruh di mantanmu. Walaupun endingnya juga ga enak. Tapi sudah menjalin hubungan yang baik akan sangat disayangkan ketika hubungan yang baik itu hilang begitu saja, eman-eman.

Pacaran-putus-temenan itu bukan hal yang mustahil. Hanya butuh kedewasaan. Pada akhirnya, dia adalah seseorang yang pernah membuatmu merasakan indahnya cinta. Ini Fakta yang tidak terbantahkan.

Semoga tulisan ini mampu membantumu sebagai bahan pertimbangan untuk menjalin hubungan pertemenan dengan mantan. Ga usah terburu-buru, sante aja. Nikmati aja prosesnya. Kalau berhasil ane di kasih cendol ye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *