Semangat Lagi Kuy

Passion itu merupakan sesuatu yang amat sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia, ibarat soto passion itu ya nasinya, ya sayurnya, ya bumbu-bumbunya, kalo ga ada itu ya namanya bukan soto, tapi air kobokan, rasanya hambar.

Dengan passion seseorang bisa mencapai tujuan hidup yang didambakan. Karena passion pula kebahagiaan tertinggi mampu diraih seseorang.

“Semangat adalah Energi”                                                                                                                                                -Oprah Winfrey-

Tapi sayangnya, di zaman yang serba mudah ini, di zaman yang serba canggih ini justru banyak anak muda yang seakan-akan kehilangan gairah dalam mengejar tujuan mereka di masa depan. Terutama di karir profesionalnya.

Akibatnya, mereka seperti kehilangan rasa untuk meraih tujuan dan kegembiraan. Dikutip dari CNBC, sebagian pekerja muda menganggap bekerja hanyalah sebuah kerjaan, tugas dari kehidupan sehari-hari yang konstan. Hanya sebatas sebuah kewajiban.

Jika kamu ternyata merasakan hal itu, santai ga usah berkecil hati, toh hatimu udah habis dimakan rayap. Jangan lupa, kamu masih bisa mencoba berkali-kali suatu hal yang paling kamu sukai dan menemukan kembali gairah, energi dan kegembiraanmu. So jangan menyerah.

Refleksi Diri

Coba renungkan, apa sih yang membuatmu bahagia. Bukan si dia lho ya, kan jomblo. Tanyakan, apa yang paling kamu sukai saat ini dan apa yang paling kamu sukai di tempat kerja?

Apakah ada tumpang tindih di antara jawaban dari 2 pertanyaan itu? Pikirkanlah sejenak untuk merefleksikan mengenai pencapaian Anda dalam pekerjaan sampai sejauh ini.

Apa yang membuatmu bangga dan bagaimana kamu telah membuat sebuah perubahan di dalam pekerjaan dan tim/rekan kerja kamu. Biarkan pikiran-pikiran itu mengalir dalam benakmu.

Biarkan pikiranmu mengalir deras. Luapan pikiranmu dapat membantu memahami penyebab pudarnya gairahmu. Hal ini juga akan menginspirasi kamu untuk kembali menuju ke jalan yang benar, eh ke jalan yang membuatmu bahagia maksudnya.

Identifikasi Tantangan

Coba cek lagi mindset kamu, negatif atau positif? Bayangkan apa aja yang saat ini kamu miliki dalam waktu satu jam kedepan. Apakah kamu fokusnya ke masalah atau ke solusi? Pikirkan apa yang membuatmu merasa optimistis.

Perhatikan apa yang mungkin kamu inginkan atau kurang di tempat kerja yang mungkin menjadi pemicu pikiran negatif ini.

Apakah kamu mengalami tekanan batin? Kelabakan di tempat kerja? Atau tidak menikmati pekerjaan. Jujur aja pada diri sendiri. Ini akan membantu Anda, ha mbok yakin aku.

Fokus untuk menemukan bahagia

Temukan cara biar kamu bisa bahagia. Kamu mungkin tidak dapat merubah aspek-aspek tentang tugas atau tempatmu kerja. Tapi, ada kemungkinan terdapat beberapa hal yang membuatmu merasa bangga dan puas.

Fokuskan pikiran tentang sesuatu yang membuat dirimu bangga dan hindari berlama-lama soal apa yang bikin kamu merana dalam pekerjaan.

Jika pekerjaan tak bisa membuatmu berpikir positif, carilah hobi lain atau berpartisipasi dalam sebuah kegiatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Kalau perlu cari pekerjaan yang lain.

Jika tiba-tiba muncul sesuatu yang membuatmu bahagia di masa lalu, tak apa, sisihkan waktu untuk itu. Singkirkan keraguan dan bersikaplah proaktif untuk mengejar sesuatu yang membuatmu bahagia.

Apalagi jika berkaitan dengan sesuatu yang kamu sukai, karena jika diasah dapat membuatmu merasa jadi lebih berharga dalam peran kamu saat ini. Siapa tau bisa jadi karir baru.

Ingat, kebiasaan yang menghambat karir tidak perlu dibiarkan. Refleksikan dirimu secara berkala untuk mengidentifikasi caramu bekerja agar dapat berkontribusi dengan baik dalam setiap lini pekerjaan.

Ketika kamu paham dan fokus dengan yang memberimu energi untuk mengejar passion, kamu akan menemukan kembali gairah kebahagiaan dalam pekerjaan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *